Sabtu, 23 Oktober 2021

5 Cara Mendapatkan Uang dari Menulis

Menulis tak hanya mampu dijadikan sebagai ekspresi diri dan pikiran, namun juga bisa menghasilkan uang. Selain itu, tulisan Anda juga akan dikenal dan dibaca banyak orang.

Menulis sesuatu yang bermanfaat dan bisa berdampak baik untuk orang lain tentu menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi bisa menghasilkan pundi-pundi uang dari hobi tersebut. Nah, apa saja cara mendapatkan uang dari menulis? Simak penjelasan berikut.

 

1.    Menulis Artikel di Website Berbayar

Banyak website yang menawarkan untuk membayar artikel Anda dengan beberapa kriteria dan syarat tertentu. Selain itu, beberapa media juga umumnya mencari freelancer content writer untuk dibayar per artikel.

Penulisan artikelnya pun beragam, mulai dari cerpen, pemberitaan, kisah inspiratif, hingga puisi. Uang yang dihasilkan dari mengirimkan artikel ke beberapa website atau media berbayar ini pun beragam. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

 

2.    Mengirimkan Hasil Tulisan ke Surat Kabar

Biasanya, surat kabar atau koran memiliki rubrik pembaca yakni artikel yang dikirimkan pembaca kepada redaksi surat kabar. Artikel yang dikirim akan dikurasi terlebih dahulu mulai dari isi, penulisan, hingga foto-foto pendukung artikel.

Apabila beruntung, artikel Anda bisa tayang di surat kabar tersebut. Nantinya Anda akan dibayar mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah atas artikel yang dimuat tersebut.

 

3.    Mengikuti Lomba Penulisan Artikel

Banyak perusahaan ternama maupun pemerintahan yang mengadakan lomba penulisan artikel dengan tema beragam. Nah, ini bisa jadi kesempatan untuk Anda mendapatkan uang dari hobi menulis. Biasanya pun hadiah yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan platform lainnya bahkan hingga jutaan.

 

4.    Review Film

Hobi menonton film dan menuangkan pendapat Anda tentang film tersebut ke dalam sebuah tulisan. Maka menulis artikel untuk review film bisa jadi pilihan yang tepat untuk menghasilkan uang dari menulis.

 

5.    Mendaftarkan Diri ke Situs Jual Beli Artikel

Di Indonesia, situs yang menjual jasa salah satunya adalah Fastwork. Sedangkan di luar negeri situs paling populer untuk menjual jasa penulisan adalah Fiverr. Di sini, Anda akan dihubungkan langsung dengan si pencari jasa sehingga lebih mudah mendapatkan klien.

Itulah beberapa cara mendapatkan uang dari menulis. Salah satu dari kelima cara di atas dapat Anda coba sesuai dengan minat yang disukai.

 

Kontributor : Lolita Valda Claudia

 

Sumber : https://www.suara.com/lifestyle/2021/01/05/072335/5-cara-mendapatkan-uang-dari-menulis?page=all

Senin, 25 Mei 2020

Langkah Awal Belajar Menulis

Menulis merupakan suatu aktivitas yang dianggap membosankan oleh sebagian orang. Tapi ketika kamu sudah terjun dalam dunia ini, kamu akan merasakan betapa asyiknya menuangkan ide dan pengalamanmu dalam tinta. Dengan menulis, kamu juga bisa memperkaya pengetahuanmu dan memberikan informasi kepada banyak orang. (...) Bagi kamu yang tertarik dan ingin belajar menulis, kamu bisa mengikuti tujuh langkah di bawah ini:

 

1.   Pilih Topik yang Kamu Kuasai

Kunci ketika kita belajar menulis untuk pertama kalinya ialah pilih topik yang kita kuasai. Misalnya saja kamu suka memasak. Tulislah tips dan resep-resep yang pernah kamu coba di rumah. Bagi kamu yang suka membaca, kamu bisa menuliskan resensi buku terbaru yang menarik dan bermanfaat. Kamu suka bersepeda atau hiking? Rekomendasikan lokasi hiking pilihanmu melalui tulisan. Ya, menuliskan hal-hal yang kita sukai atau kuasai akan membuat kita semakin menikmati proses tulis menulis. Kita jadi lebih bersemangat karena kita menuangkan pengetahuan kita secara langsung dalam tulisan.

 

2.   Tulislah Kerangka Tulisan

Setelah memilih topik, kamu bisa langsung menuliskan kerangka tulisanmu. Kerangka tulisan adalah bagian dari perencanaan untuk eksekusi tulisanmu nantinya. Catat kira-kira apa saja yang ingin kamu tuliskan.

Contoh: Kamu ingin menulis tentang tempat-tempat wisata di Banyuwangi. Dalam paragraf pertama, kamu ingin membahas tentang lokasi Banyuwangi dan berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke sana. Lalu di paragraf kedua, kamu ingin membahas tentang pantai A. Lakukan seterusnya hingga paragraf terakhir tulisan.

Menuliskan kerangka tulisan akan banyak membantumu dalam mengingat apa saja yang ingin kamu tuangkan. Kamu juga bisa menggunakan kerangka untuk mengumpulkan data yang akan melengkapi tulisanmu nantinya.

 

3.   Cari Data

Tulisan tanpa data sama seperti sayur tanpa garam. Tanpa data, kita tidak akan bisa membuat tulisan yang kredibel. Padahal, informasi yang kita berikan nantinya bakal dibaca banyak orang. (...) Kalau datanya tidak benar bagaimana (...)? Kita bisa menyesatkan pembaca dengan tulisan kita. Oleh karena itulah, data menjadi salah satu unsur terpenting dalam tulisan.

Terdapat dua jenis data yang bisa kamu temukan untuk melengkapi tulisanmu. Pertama yakni data primer. Data primer diperoleh dari narasumber secara langsung. Untuk memperoleh data primer, tentunya kamu harus melalui proses wawancara dengan narasumber. Kedua yakni data sekunder. Data sekunder bisa kamu peroleh dari literatur seperti buku, jurnal online, surat kabar, majalah atau media online. Jangan lupa tuliskan body note dan daftar pustaka jika kamu mengambil data sekunder dan mencantumkannya dalam tulisanmu. Apabila data sekundermu berbentuk gambar atau foto, cantumkan sumber dokumentasi gambar tersebut beserta nama situsnya. Mencantumkan sumber akan melatih kamu menjadi penulis profesional dan kamu tidak akan dicap plagiasi karya orang.

 

4.   Tuangkan Tulisanmu

Setelah semua data terkumpul, kini saatnya kamu menulis! Temukan tempat yang tenang di mana kamu bisa menggali ide dengan optimal. Manfaatkan kembali kerangka tulisan yang telah kamu buat. Jangan terburu-buru. Apabila kamu lagi blank alias kehilangan inspirasi, berhentilah sejenak dan lakukan aktivitas ringan seperti mendengarkan musik, ngemil, main game atau nonton satu episode drama kesayanganmu di layar laptop. Setelah rileks, kamu bisa kembali melanjutkan tulisanmu.

 

5.   Saatnya Menjadi Editor

Salah satu bagian terasyik dalam proses tulis menulis adalah saat kamu menjadi editor untuk karyamu sendiri. Setelah kamu selesai menulis, baca ulang tulisanmu dari awal hingga akhir. Perhatikan penempatan tanda baca, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), margin, penggunaan kalimat majemuk, penulisan body note, footnote, daftar pustaka dan cara penulisan kata-kata asing yang harus dimiringkan (italic). Kamu bisa menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk membantu mengecek EYD dalam tulisanmu.

Perhatikan juga kesinambungan antar kalimat. Apakah kalimat pertama sudah nyambung dengan kalimat kedua atau justru meloncat dari topik di kalimat pertama? Apakah tulisanmu sudah sistematis sehingga mudah dibaca dan dimengerti? Jangan sampai tulisanmu justru membuat pembaca kebingungan dengan apa yang ingin kamu sampaikan. (...), Dengan mengecek semua hal di atas, kamu akan semakin paham tentang tata cara penulisan sesuai EYD serta bagaimana cara menulis yang baik dan sistematis.

 

6.   Pilihlah Media yang Tepat

Menjadi penulis membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, manfaatkanlah media-media di sekitarmu untuk membantu kamu menyebarluaskan tulisan yang telah kamu buat. Kamu bisa memanfaatkan blog media nasional khusus citizen journalism atau membuat blogmu sendiri. Kamu juga bisa memanfaatkan situs-situs yang membuka kesempatan bagi para penulis untuk memasukkan karya-karyanya. (...) Yang terpenting adalah tetap tekun, rajin dan selalu berusaha memberikan tulisan terbaikmu!

 

7.   Bagikan Tulisanmu Via Media Sosial

Langkah terakhir setelah kamu menuangkan tulisan melalui media yang kamu pilih adalah membagikan (share) tulisanmu melalui media sosial. Kamu bisa memanfaatkan Facebook, Line, Instagram, BBM, Twitter atau bahkan Path untuk membuat orang lain ingin membaca tulisanmu. Sederhana tapi dijamin manjur karena hampir semua orang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi. Membagikan tulisan lewat media sosial juga bisa membuka kritik dan saran dari para pembaca sehingga kamu bisa belajar lebih jauh tentang kekuranganmu dalam proses tulis menulis.

Tujuh langkah di atas bisa kamu terapkan setiap kali kamu ingin kembali menulis. Dan tentunya, langkah-langkah di atas harus terus didukung dengan kemauan kita untuk menulis dan tekun berlatih. Semakin sering kita berlatih, kita akan semakin terdorong untuk menghasilkan tulisan terbaik dan terus belajar dari kekurangan kita sebagai penulis. (.....)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber :

IdnTimes. (15 Agustus 2017). 7 Tips Langkah Awal Buat Kamu yang Lagi Belajar Menulis. Diakses pada 25 Mei 2020, dari https://www.idntimes.com/life/inspiration/irene-cynthia-hadi-1/7-langkah-awal-buat-kamu-yang-lagi-belajar-menulis-c1c2/5

 


Sabtu, 25 April 2020

Ketrampilan Dasar Menulis (...) Sejak Dini


Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampain pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Di dalam dunia pendidikan dasar (...) keterampilan menulis merupakan susunan ketrampilan yang paling terakhir didalam proses kegiatan belajar ketrampilan berbahasa setelah keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari keempat ketrampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa, yang paling sulit untuk dikuasai adalah ketrampilan menulis.

Biasanya dalam proses pembelajaran ketrampilan menulis (...) perjuangan siswa yang harus diasah adalah kemampuan menulis siswa agar tulisannya bagus dan jelas dibaca. Sebenarnya tulisan yang baik itu bukan tulisan yang bagus, tetapi tulisan yang baik adalah tulisan yang rapih, karena tulisan yang rapih akan terlihat indah serta enak dibaca. Untuk anak yang terbiasa menulis rapih akan mendapatkan manfaatnya kelak, karena kebiasaanya menulis dengan rapih akan memudahkan dia mengembangkan atau mengekspresikan pikiran atau imajinasinya dalam bentuk tulisan. Dengan demikian siswa dapat dengan mudah meningkatkan kemampuan menulisnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan ketrampilan menulis yaitu :
1.    Ajarkan Cara Memeganng Pensil yang Benar.
Posisi yang benar dalam memeganag pensil akan membuat anak nyaman dalam menulis dan tidak cepat merasa pegal.

2.    Jangan Memberi Target.
Biarkan anak menuliskan apa yang ingin ditulisnya, orangtua/guru hanya membimbing agar anak dapat menulis dengan baik. Misalnya anak harus membuat sebuah kalimat atau cerita. Biarkan anak menulis sesuai dengan kemampuanya atau imajinasinya.

3.    Jangan lihat hasilnya tetapi lihat usahanya.
Orang tua ataupun guru harus memuji anak yang tulisannya sudah bagus maupun yang belum tetap harus diberi penghargaan yang sama. Bukankah anak yang tulisannya “jelek” pun sudah berusaha untuk bisa menghasilkan tulisan.

Agar kemampuan menulis siswa dapat terlatih dengan baik, maka baik orang tua ataupun guru harus senantiasa melatih siswa secara terus-menerus agar ketrampilan menulis dapat tercapai dengan baik. Dalam melatih ketrampilan menulis siswa orang tua bisa melatih anak untuk menulis kegiatan sehari-hari atau pengalaman sang anak ke dalam buku harian atau meminta anak untuk menuliskan apa yang sedang anak itu pikirkan dalam imajinasinya. Biasanya anak suka menuangkan imajinasinya dalam bentuk gambar lalu ia menulis kata-kata disamping gambar itu. Jika anak sudah mampu menuangkan imajinasinya dengan baik, maka ia akan mudah dalam membuat karangan.


















Sumber :
Kompasiana. (6 Mei 2016). Ketrampilan Dasar Menulis untuk SD/MI. Diakses pada 26 April 2020,Diaksesdarihttps://www.kompasiana.com/komentar/mauliyaa/572c2df0a0afbd33079cf738/ketrampilan-dasar-menulis-untuk-sdmi