Senin, 13 April 2020

Dasar Penulisan Bagian 1



A.       JENIS – JENIS PENULISAN KATA BAGIAN 1
Umum bagi kita dalam melihat susunan kata yang berjajar rapih di buku bacaan kita. Namun tidak banyak dari kita yang mengetahui apa sebenarnya jenis-jenis kata yang tengah kita baca tersebut. padahal, penting untuk kamu khususnya yang mencita-citakan untuk menjadi seorang penulis untuk mengetahui detail-detail kecil seperti ini. berikut jenis-jenis penulisan kata yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

1.        Kata Dasar
Kata dasar adalah kata yang dituliskan sebagai satu satuan, kata dasar bisa diubah menjadi kata lain sesuai kebutuhan.
Contohnya seperti :
·      Andai dia tahu
·      Buku itu penuh debu
·      Kalimat ini tidak aku mengerti
·      Apa maksud dari semua ini ?

2.        Kata Turunan
Kata turunan adalah kata dasar yang ditambah dengan imbuhan, baik itu awalan, sisipan atau akhiran.
Berikut contohnya :
·      Aku bergetar disentuh olehnya
·      Sayang sekali cinta yang ia berikan bertepuk sebelah tangan
·      Kalimat itu perlu digarisbawahi
·      Anak itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya
·      Sebar luaskan pesan ini untuk menyebar kebaikan (jika tidak ada imbuhan didepannya, tidak perlu dijadikan serangkai)
·      Sulit untuk memberikan kesempatan orang non-Indonesia untuk berkembang (jika imbuhan didepan bertemu huruf kapital, perlu diberi strip)
·      Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa (untuk Maha dirangkai dengan kata lanjutannya)

3.        Kata Ulang
Beberapa kata ada yang harus dituliskan secara berulang untuk mencapai maksud yang sebenarnya. Kata ulang seperti ini harus disambung dengan strip (-) untuk menuliskannya.
Berikut contohnya :
·      Koki tersebut sangat piawai dalam mengolah buah-buahan
·      Nanda menemukan undur-undur di halaman rumahnya
·      Lebaran adalah ajang kita untuk melakukan ramah-tamah ke tetangga sekitar
·      Jika kita melakukan ini terus-menerus, kita tidak akan bisa maju

4.        Kata Gabungan
Kata gabungan mempunyai tiga macam, yang pertama adalah kata yang biasa disebut kata majemuk. Yakni kata-kata yang ditulis terpisah dan terdiri dari dua kata atau lebih. Lalu, kata gabungan untuk menghubungkan kata dasar yang saling berhubungan. Dan yang terakhir, gabungan dua kata yang ditulis secara serangkai.
Berikut contohnya :
·      Anak buah dari ajudan tersebut bersikap tidak baik
·      Sungguh luar biasa apa yang telah dilakukan orang itu
·      Sungguh kasihan anak-istrinya ketika mendengar ia kecelakaan
·      Kepada ibu-bapak yang mengantri mohon bersabar
·      Aku akan pergi bilamana pekerjaannya sudah selesai
·      Hatinya sepi padahal ia sudah mempunyai kekasih

Demikian adalah jenis-jenis penulisan kata dalam kaidah penulisan yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD). (.....)

B.        JENIS – JENIS PENULISAN KATA BAGIAN 2

1.        Kata ganti (ku, kau, mu, nya)
Untuk kata ganti, biasanya untuk menggantikan seseorang agar tidak menyebutkannya secara berulang-ulang. Kata ganti direpresentasikan oleh ku, kau, mu, dan nya. Kata ganti ini bisa diletakkan di depan atau di belakang kata.
·      Aku adalah seorang pilot. Banyak pesawat yang sudah berhasil kuterbangkan
·      Anis, sebagai pegawai teladan, kau harus mencontohkan yang baik ke teman-temanmu
·      Ali, tugasmu adalah mencari barang yang dibutuhkan dalam kegiatan ini
·      Meski budi bukan orang yang pintar, tapi dirinya berhasil mengalahkan saingannya

2.        Kata Depan (di, ke, dari, si, sang)
Perbedaan kata depan dan kata gabungan adalah cara penulisan katanya. Untuk kata depan, imbuhan di, ke, dari, si, sang dituliskan secara terpisah dengan kata dasarnya.
·      Di sana kamu bisa melihat matahari terbenam
·      Pergi ke Singapura merupakan keputusan yang tepat untuk berlibur
·      Kemana saja kau dari tadi? Aku mencarimu
·      Si pesumo itu berhasil mengalahkan lawan-lawannya
·      Pemadam kebakaran biasa disebut sang penakluk api

3.        Kata Partikel (lah, kah, tah, pun, per)
Kata partikel adalah kata tambahan yang diletakkan dibelakang kata dasar, tujuannya untuk memperjelas maksud kata dasar. Adapun kata-kata partikel yang diletakkan dibelakang adalah –lah, -kah, dan -tah. Penulisan partikel ini ditulis serangkai dengan kata yang dtuliskannya. Yakni:
·      Mungkin inilah yang diinginkan semua orang terhadap salehudin.
·      Ketika Nanda pulang, tetiba pintu depan rumahnya terlanjur terbuka. Siapakah yang membukanya?
·      Apatah yang harus aku lakukan untuk mendapatkanmu?
Namun, ada beberapa kata dengan partikel –pun yang penulisannya dipisah, ada juga yang digabung. Yang digabung adalah adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun. Untuk contoh kata partikel yang dipisah adalah sebagai berikut:
·      Ketika pulang pun, Nanda harus berdesak-desakkan di kereta
·      Hujan pun tidak menghentikan niat Dito untuk membeli jus melon
Sedangkan satu partikel yang diletakkan didepan untuk menunjukkan keterangan ‘mulai’ atau ‘tiap’ adalah per-. Berikut contoh penggunaannya.
·      Mahal sekali jika harga kentang naik menjadi Rp10.000,00 per kilonya
·      Ardian sudah tidak bekerja disini lagi terhitung per 1 April 2017

4.        Kata Serapan
Bahasa Indonesia merupakan gabungan dari berbagai kata dari bahasa yang ada, biasanya dari negara-negara yang pernah mampir ke negara kita seperti Arab, Portugis, Belanda, Inggris. Ada juga yang muncul dari bahasa daerah-daerah kita seperti sansekerta. Ada dua unsur asing yang masuk di Indonesia yaitu unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke bahasa Indonesia dan yang masih disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Contohnya seperti berikut:
·      Crystal à kristal
·      Central à sentral
·      Accomodation à akomodasi
·      Vaccine à vaksin
·      Konfoor à kompor
·      Coupon à kupon
·      Ratio à rasio

Demikian adalah jenis-jenis penulisan kata dalam kaidah penulisan yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD). Dengan ini, tentu kamu tidak akan kebingungan lagi untuk menentukan mana yang perlu diubah menjadi huruf besar atau tidak.

C.        5 CARA MUDAH UNTUK MENGARANG TULISAN
Sejak kecil, kita sudah diakrabkan dengan tugas mengarang. Namun kenyataannya, tidak semua orang pandai dalam hal ini bahkan ketika ia sudah beranjak dewasa. Berikut adalah 5 cara mudah untuk mengarang sebuah tulisan yang diringkas dari buku bertajuk “Mengarang Itu Gampang” karya Arswendo Atmowiloto (2011).

1.        “Jemput” Kreativitas
Berpikir kreatif merupakan hal paling dasar dalam mengarang. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengadakan sesuatu yang baru, dari yang tadinya tidak ada menjadi ada atau dari yang sudah ada menjadi sesuatu yang berbeda dengan cara memodifikasikannya.

Kreativitas hadir karena terbiasa. Mulailah untuk selalu berpikir outside the box dengan melihat berbagai hal dari sisi yang berbeda. Nasi goreng merupakan contoh simpel dari kreativitas. Dari bahan yang sudah pernah ada, yaitu nasi putih, lalu dimodifikasi sedemikian rupa dengan cara ditambahkan bumbu, telur, kecap, dan potongan sosis sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan enak untuk dikonsumsi. Kamu juga bisa menambahkan keju cheddar yang dilelehkan misalnya untuk menghasilkan nasi goreng keju yang nikmat. Hal-hal seperti itulah yang dinamakan kreativitas.

2.        Cari Ide, Fokuskan, lalu Buat Outline
Kreativitas saja ternyata tidak cukup menjadi bekal untuk mulai mengarang. Kamu perlu mencari ide tulisan agar fokus karanganmu nanti menjadi jelas. Ide bisa didapatkan dari observasi langsung lingkungan di sekitar kamu atau dengan membaca buku. Meningkatkan kepekaan dan berpikir secara terbuka adalah cara yang tepat agar kamu bisa menampung ide sebanyak-banyaknya.

Setelah menemukan banyak ide, pilih ide yang paling menarik perhatianmu. Jika sudah, segera tulis dan susun menjadi sebuah outline. Outline inilah yang akan menjadi panduan sekaligus batasan kamu dalam mengarang nanti. Ingat, dalam membuat outline kamu harus selalu fokus pada ide awal agar tulisanmu tidak melebar kemana-mana.

3.        Tentukan Plot
Plot atau alur cerita penting dipilih sebelum memulai mengarang. Jenis plot ada dua. Pertama, plot terbuka yaitu plot yang memiliki akhir (ending) yang rancu dan plot tertutup yaitu plot dengan ending yang sudah pasti.

Plot terbuka dapat merangsang pembacanya untuk mengembangkan jalan cerita lain di samping persoalan dasar yang diangkat oleh pengarang. Plot jenis ini juga mengajak pembaca untuk memutuskan sendiri ending dari cerita karangan. Sedangkan pada plot tertutup cerita dititikberatkan pada permasalahan dasar yang diangkat pengarang sehingga akhir cerita pun sudah tersedia dengan jelas.

Kedua jenis plot tersebut tidak ada yang baik dan buruk. Semuanya bergantung pada tujuan kamu membuat karangan dan bagaimana kamu ingin mengeksekusi ide-idemu menjadi produk yang apik dan menarik untuk dibaca.

4.        Kembangkan Plot
Sudah ada ide dan pilihan plot, sekarang yang perlu kamu lakukan adalah mengembangkan alur cerita agar karanganmu menjadi lebih hidup. Bermain-main dengan konflik dan karakter adalah hal yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan plot.

Kamu bisa menampilkan lebih dari satu konflik dalam karanganmu. Konflik bisa lahir dari perbedaan, persamaan, sebab, akibat, atau kesimpulan yang dilakukan oleh tokoh cerita. Tarik ulur konfliknya untuk menggugah emosi pembaca saat membaca karangan kamu.

5.        Akhiri Plot
Setelah dirasa cukup puas menumpahkan emosi dan pikiran ke dalam tubuh karangan, sekarang saatnya kamu mengakhiri plot. Plot bisa diakhiri ketika semua rangkaian cerita selesai kamu berikan atau ketika pembaca sekiranya sudah menangkap apa yang kamu inginkan.

Tutup cerita dengan sesuatu yang manis dan menyentil untuk meninggalkan kesan senang pada pembaca saat mereka melahap tuntas cerita yang kamu suguhkan. Membaca cerita dengan ending yang baik tentu akan membuatmu merasa puas. (...)

Kelima cara di atas bisa kamu lakukan dengan mudah jika kamu banyak-banyak membaca buku atau cerita. Dengan membaca, tak hanya ide dan kreativitas saja yang kamu dapat melainkan juga referensi mengenai alur cerita, karakter tokoh, dan juga ending yang memikat. Banyak membaca untuk mempermudah kamu mengarang tulisan.

D.       PENGGUNAAN TANDA BACA DALAM PENULISAN BAGIAN 1
Tanda baca seringkali menjadi hal yang tidak diperhatikan dalam sebuah sistem penulisan. Penempatan tanda baca dalam penulisan perlu kamu ketahui agar nanti tidak bingung dalam mengerjakan tulisanmu. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasannya.

1.        Tanda Titik.
Titik adalah tanda baca yang digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat. Namun, ada beberapa kegunaan lain yang bisa dilakukan oleh tanda baca titik, yakni:
·      Digunakan pada akhir kalimat pernyatan. Namun tidak digunakan pada akhir judul, alamat penerima surat, dan lainnya
·      Digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, detik atau sesuatu yang menentukan waktu atau jangka waktu
·      Digunakan diakhir daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, dan tempat terbit buku tersebut
·      Digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya. Namun tidak digunakkan untuk yang tidak menunjukkan jumlah
·      Digunakan untuk menggunakan singkatan gelar (...)
Berikut contoh penggunaan tanda baca titik tersebut
·      Mungkin sudah saatnya untuk kita pergi dari sini.
·      Budiman, C. 2009. Tips dan Trik Menulis Buku. Jakarta: Benteng.
·      Harga boneka itu senilai Rp8.000.000,00 rupiah.
·      Hingga tahun 1900, pemerintah jepang masih menyarankan rakyatnya untuk mengonsumsi nasi.

2.        Tanda Pisah
Tanda pisah digunakan untuk membatasi penyisipan kata untuk menjelaskan suatu peristiwa atau diletakkan diantara dua bilangan, tanggal atau lainnya yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. Berikut contohnya:
·      Jika berjalan menuju pantai kuta – lewat jalan poppies tentunya – kamu akan merasakan sensasi berjalan di luar negeri.
·      Bahkan sekelas Usain Bolt – peraih medali emas olimpiade – pun sulit untuk menembus jalanan terjal itu.
·      Acara akan diselenggarakan pada tanggal 18-29 Mei 2017.

3.        Tanda Tanya
Tanda tanya pada umumnya diletakkan pada akhir kalimat tanya. Namun, tanda tanya kadang juga digunakan untuk pernyataan yang masih dipertanyakan kebenarannya.
Berikut contohnya:
·      Mengapa kamu mempertanyakan hal tersebut?
·      Bagaimana perasaan Pandu jika ia diselingkuhi oleh istrinya, ya?
·      Mungkin saja kamu bisa melancarkan ilmu pelet secara diam-diam (?)
·      Bukan tidak mungkin jika malam nanti akan dilancarkan serangan dadakan (?)

4.        Tanda Seru
Tanda seru digunakan untuk menggambarkan sebuah perintah atau seruan untuk melakukan sesuatu. Tanda seru di akhir klimat juga digunakan untuk menggambarkan suatu kalimat yang disampaikan dengan emosi yang kuat. Berikut contohnya:
·      Pendidikan sangatlah penting!
·      Ani! Segera bereskan tempat tidurmu!
·      Tidak penting seberapa banyak, namun seberapa ikhlas dirimu dalam memberi!

E.        PENGGUNA ANDA BACA DALAM PENULISAN BAGIAN 2
Tanda baca seringkali menjadi hal yang tidak diperhatikan dalam sebuah sistem penulisan. Penempatan tanda baca dalam penulisan perlu kamu ketahui agar nanti tidak bingung dalam mengerjakan tulisanmu. Ingin mengetahuinya lebih lanjut? Berikut penjelasannya.]

1.        Tanda Koma
Tanda koma dalam kehidupan sehari-hari biasa digunakan untuk memenggal saat membaca. Berikut kegunaan lain untuk tanda koma dalam suatu kalimat
·      Digunakan saat memenggal beberapa poin
·      Digunakan sebelum kata penghubung untuk menunjukkan keadaan yang sebaliknya pada kalimat majemuk setara (tetapi, melainkan, sedangkan)
·      Memisahkan anak kalimat yang penulisannya mendahului induk kalimatnya
·      Digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat (oleh karena itu, demikian, jadi, meskipun demikian)
·      Digunakan sebelum kata sapaan (mba, kak, dik, bu) atau sebelum/sesudah kata seru (o, ya, wah, hai, dsb)
·      Digunakan untuk memisahkan kalimat utama dengan petikan langsung dalam sebuah rangkaian kalimat
·      Digunakan untuk memisahkan angka desimal dalam sebuah angka
·      Digunakan untuk memisahkan kalimat keterangan yang ada didepan
Berikut contoh penggunaannya
·      Saat ini mereka akan menyelesaikan masalah tentang kemiskinan, pengangguran, dan layak pangan.
·      Indah mempunyai dua orang anak, tetapi tidak semuanya merupakan anak kandungnya.
·      Untuk menindaklanjuti kasus korupsi, polisi bekerjasama dengan KPK untuk mendiskusikan bentuk kerjasama yang akan dijalin.
·      Nanda bertempat tinggal di bogor. Oleh karena itu, dia sangat mengetahui jajanan terbaru di kota hujan tersebut.
·      Ya, ternyata Isna adalah anak dari bangsawan kaya tersebut.
·      Mulan berkata, “Jangan tinggalkan aku demi gadis itu, mas”
·      Usain bolt berhasil menempuh jarak 100 meter hanya dalam waktu 9,28 detik saja.
·      Untuk meningkatkan kekuatan lini tengahnya, Persib Bandung mendatangkan gelandang terkenal asal Ghana, Michael Essien.

2.        Tanda Titik Dua
·      Tanda titik dua digunakan dalam berbagai keadaan, seperti:
·      Digunakan pada akhir pernyatan yang membutuhkan pemerincian.
·      Gina membeli peralatan kamar mandi untuk kamar barunya, mulai dari: pasta gigi, sikat gigi, sabun, sampo, dan lainnya.
·      Diletakkan sesuadah kata yang memerlukan keterangan tambahan
Berikut susunan kepanitian Jazz Goes to Campus, berikut contohnya :
·      Ketua: Andi Aziz
·      Sekretaris: Waliyah
·      Bendahara: Badriah
·      Penulisan naskah drama
·      Suatu masa di desa sindanglayang
·      Kepala desa: setujukah kalian untuk menghukum gantung penjahat ini ?
Warga desa: (berteriak bersamaan) Setuju!!
Penjahat : ampuni aku!

3.        Tanda Elipsis (...)
Tanda elipsis dituliskan dalam bentuk tiga buah titik yang berderetan. Tujuan tanda elipsis ini adalah untuk menunjukkan sebuah bagian dalam kalimat yang dihilangkan atau menggambarkan perkataan yang tidak selesai dalam sebuah dialog. Tidak jarang juga tanda elipsis ini digunakan untuk menggambarkan kalimat yang belum selesai dituliskan.
Berikut Contohnya :
·      Menurut ... jakarta pada tahun 2040 akan berhenti total karena perkembangan mobil yang tidak ada hentinya
·      Sebuah percakapan di teras rumah:
Ani         : Budi, dengarkan dulu, aku sebenarnya...
Budi       : Cukup! Aku tidak percaya lagi denganmu!
·      Kera adalah hewan paling cerdas diantara mamalia lainnya. Maka dari itu, penting untuk kita dalam....

F.         PENGGUNAAN TANDA BACA DALAM PENULISAN BAGIAN 3
Tanda baca seringkali menjadi hal yang tidak diperhatikan dalam sebuah sistem penulisan. Penempatan tanda baca dalam penulisan perlu kamu ketahui agar nanti tidak bingung dalam mengerjakan tulisanmu. Ingin mengetahuinya lebih lanjut? Berikut penjelasannya.

1.        Tanda Titik Koma
Berikut penggunaan umum tanda baca titik koma:
·      Menjadi pengganti kata penghubung untuk memisahan kalimat setara satu dengan lainnya dalam suatu kalimat majemuk
·      Digunakan pada akhir perincian (poin-poin) yang berbentuk klausa
·      Memisahkan bagian-bagian pemerincian yang sebelumnya sudah menggunakan tanda baca koma
Berikut contoh penggunaan titik koma dalam penulisan:
·      Syarat untuk melamar pekerjaan ini, yakni:
a.         S-1 segala jurusan;
b.         Pandai berkomunikasi;
c.         Good Looking;
d.         Memiliki SIM C.
·      Pembagian tugas sudah ditentukan, Malih membuat puding; Ridwan membuat kue; Risa membawa peralatan masak.
a.         Resep memasak pudding cokelat:
b.         Siapkan bahan-bahan;
c.         Masukkan tepung, adonan, gula, dan perisa cokelat ke dalam loyang;
d.         Aduk secara merata.

2.        Tanda Hubung
Tanda hubung digunakan dalam berbagai kesempatan dalam penulisan, seperti:

·      Menyambung unsur kata ulang
·      Menyambung angka keterangan waktu yang ditulis dengan angka atau mengeja suatu kata satu per satu
·      Merangkai kata yang saling berhubungan
·      Merangkai kata yang merupakan serapan bahasa asing (non-bahasa Indonesia)
Contoh dari penggunaan kata ini adalah:
·      Meskipun tahu, Dito hanya pura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut.
·      Perjanjian ini berlaku hingga tanggal 4-12-2019.
·      Cara mengeja listrik yang benar adalah l-i-s-t-r-i-k.
·      Mundzir menjadi juara membaca puisi se-DKI Jakarta.
·      Tidak sulit untuk meng-upload tugas karya ilmiah mu ke perpustakaan kita.

3.        Tanda Petik
Penggunaan tanda petik yang berdasarkan EYD adalah yang digunakan untuk mengapit petikan langsung dalam sebuah pembicaraan, mengapit judul sebuah lagu, film, atau sesuatu yang disebutkan dalam kalimat, dan untuk mengapit istilah dengan arti khusus.
·      “Apakah kamu tidak apa apa?” Tanya Ali kepada Budi siang tadi.
·      Seperti yang diperankannya dalam film “Wonder Woman”, Gal Gadot menunjukkan kapasitasnya sebagai aktris berbakat dan profesional.
·      Waspadalah terhadap “serangan fajar” yang menyerang pada musim pemilu ini

4.        Tanda Petik Tunggal
Berbeda dengan tanda petik yang sebelumnya, tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit petikan yang ada didalam petikan. Selain itu, tanda petik tunggal juga digunakan untuk mengapit penjelasan dari suatu kata atau ungkapan
·      “kamu harus mendengarkan lagu Rizky Febian yang berjudul ‘Kesempurnaan Cinta’! lagunya enak sekali” ujar Lia kepada sahabat setianya, Rina.
·      Mpok Inem pun berjalan keluar seraya berkata matur nuwun yang berarti ‘terima kasih’.


Artikel Selanjutnya :  Dasar Penulisan Bagian 2








Sumber Referesi :
Drs.H.Zulfahmi HB.,M.Hum. 2014. “Aplikasi Bahasa Indonesia”. Padang: IAIN
Atmowiloto, A. (2011). Mengarang itu Gampang. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Kinibisa. (2019). Dasar Penulisan. Diakses pada 14 April 2020, dari http://kinibisa.com/artikel/detail/menulis/subdetail/dasar-penulisan
Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2002. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Edisi Revisi 2012. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

 “97 Penggunaan Tanda Baca Menurut EYD Berserta Contohnya”. Diakses dari http://dosenbahasa.com/penggunaan-tanda-baca  pada tanggal 11 Juni 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar