MENULIS itu ibarat
naik sepeda. Tidak ada teori dan teknik khusus yang bisa menjadikan seseorang
mahir naik sepeda, kecuali latihan dan “kebiasaan”.
Menulis juga ibarat
berenang. Sesering apa pun Anda membaca buku-buku atau menyimak ceramah tentang
teknik berenang, Anda tidak akan bisa menjadi perenang jika tidak masuk
langsung di kolam renang dan berlatih.
Maka, ingin bisa
menulis, mulailah sekarang!
Poin-poin berikut
sekadar “membuka jendela” menuju dunia tulis menulis di media massa, membantu
Anda untuk mengenali seni menulis, atau memandu Anda untuk menjadi seorang
penulis.
Menulis itu
aktivitas komunikasi layaknya bercakap-cakap atau menulis surat. Menulis itu
melakukan komunikasi tulisan, menyampaikan pesan melalui kata-kata atau kalimat
tertulis.
Hanya saja, menulis
untuk media massa ada sejumlah kaidah yang harus dipatuhi, tidak sebebas
menulis surat atau catatan pribadi. Pasalnya, tulisan Anda di media massa itu
untuk dikonsumsi publik dan menyangkut kepentingan orang banyak.
Dasar-Dasar Menulis Artikel
Berikut ini
dasar-dasar menulis artikel.
Artikel adalah
tulisan lepas berisi pendapat penulis tentang suatu masalah atau peristiwa.
Topiknya bebas, apa saja yang sekiranya penting dan menarik bagi pembaca, namun
sebaiknya memilih tema aktual, trending, viral.
Prinsip Dasar Menulis
Kita mulai dari
prinsi dasar menulis artikel.
1.
Komunikasi adalah
tujuan.
Communication
is the Goal. Alasan utama menulis
adalah untuk berkomunikasi, untuk menyampaikan ide, informasi, atau kesan dari
pikiran Anda ke pikiran pembaca Anda.
Karena itu, tulisan kita harus mudah dipahami pembaca.
Jika pembaca tidak mengerti isi tulisan kita, maka tulisan kita tidak ada
artinya.
2.
Kejelasan adalah
kunci tulisan yang baik
Clarity is
the Keynote of Good Writing. Dengan
menggunakan kata, ungkapan, kalimat, atau bahasa yang jelas, mudah dipahami,
maka pembaca pun akan menangkap pesan yang Anda sampaikan.
3.
Bahasa sederhana
Write in Your
Own Voice. Gunakan gaya bahasa orang
awam atau bahasa yang dimengerti orang banyak.
Hindari ungkapan atau istilah akademis, politis,
sastra, birokratis, teknis, yang biasanya hanya dimengerti kalangan
terbatas/tertentu.
4.
Menulis adalah
proses
Writing is a
prosess. Penulis itu penyabar.
Menulis butuh kesabaran karena harus melalui tahapan tertentu, mulai menentukan
topik, menguji topik, mencari referensi, menyusun outline, dan mengeditnya.
Menulis juga adalah “kerja intelektual” yang
membutuhkan keahlian khusus. Karenanya, dibutuhkan latihan, kejelian, daya
nalar, wawasan, referensi, etika, juga waktu dan… itu tadi, kesabaran!
Latihan Menulis
Sedikit latihan akan
membantu Anda menemukan gaya natutal dalam menulis. Caranya:
1. Siapkan kertas
& alat tulis (untuk tulis tangan), mesin tik (jika masih punya), atau
nyalakan komputer, buka MS Office Words.
2. Tulis apa saja! Just write! Free Writing!
Menulis apa?
Jika pikiran Anda
kosong, ini solusinya. Pilih salah satu:
1. Mulailah menulis
catatan kegiatan harian Anda sejauh ini. Tulis kegiatan Anda sejak pagi,
sehabis shalat Subuh, hinggga saat ini!
2.
Lihat beberapa
benda yang ada di ruangan Anda dan gambarkan dengan detail.
3. Tuliskan kesan
atau pendapat Anda tentang buku terakhir yang Anda baca, film, sinetron, atau
acara televisi yang baru saja Anda tonton.
4. Tuliskan kesan,
pemikiran, atau pendapat pribadi Anda tentang peristiwa, isu, atau masalah yang
lagi trending di media sosial, yang lagi viral.
Itulah langkah awal
bagi penulis pemula. Lakukan “latihan kecil” itu sesering mungkin, sehingga
Anda bisa menemukan gaya menulis yang alami (natural
style).
Tulis saja apa yang
ada di pikiran kita. Jika tidak tahu apa yang harus ditulis, mulailah dengan
rekaman aktivitas harian kita, atau perhatikan apa saja yang ada di sekitar
ruangan kamar kita dan gambarkan secara rinci.
Jangan terpaku
dengan “teori menulis”, menulis sajalah dulu, Ibarat berenang, gunakan gaya
seenak kita, tidak perlu kaku dengan gaya katak, gaya punggung, atau
“gaya-gayaan”.
Untuk latihan
menulis seperti di atas, sebaiknya Anda lakukan di blog. Buat blog sekarang!
Isi blog sekaligus latihan menulis seperti di atas, menulis bebas, free
writing.
Prewriting: Sebelum
Menulis
Berikut ini tahapan
yang harus dilalui untuk menulis artikel atau membuat tulisan. Secara sadar
atau tidak, semua penulis melakukan tahapan berikut ini.
Tahap “prewriting” berupa proses berpikir (thinking process), yaitu menentukan
tujuan tulisan, target pembaca, topik
tulisan, dan referensi (rujukan).
1.
Tujuan tulisan
Menyampaikan informasi, menjelaskan, berbagi
pengetahuan, menghibur, atau mengajak pembaca melakukan sesuatu.
2.
Target pembaca
Siapa yang akan membaca tulisan kita. Tulisan buat
anak-anak, tentu berbeda gaya bahasanya dengan tulisan buat remaja atau orang
dewasa.
3.
Topik
Tentukan topik apa yang hendak kita bahas.
4.
Sempitkan topik
Persempit temanya, lebih spesifik, dan temukan
intinya.
Untuk poin 3 dan 4 (topik), misalnya ide utama Anda
akan menulis tentang Kota Bandung. Sempitkan atau fokuskan menjadi (pilih salah
satu):
a.
Banjir di jalanan
kota Bandung
b.
Gaya hidup warga
kota Bandung
c.
Kuliner di kota
Bandung
d.
Persib Bandung
e.
Bobotoh Persib
f.
Kemacetan di kota
Bandung
g.
Kampus terbaik di
Kota Bandung
h.
Perempuan Bandung
5.
Referensi
Setelah tema ditentukan, baca referensi, temukan
tulisan-tulisan orang lain tentang topik yang Anda pilih, cari di Google! Iqro!
Bacalah. Membaca adalah kunci sukses menulis.
Bagaimana dengan IDE
tulisan?
Ide tidak usah
dicari. Ide ada di mana-mana. Ide bisa ditemukan di layar televisi, siaran
radio (jika masih dengerin radio), internet, situs berita, media sosial,
trending topik di Twitter, yang lagi viral, atau peristiwa terbaru.
Proses Menulis
Setelah menentukan
tujuan, target pembaca, dan topik atau tema, tahap berikutnya adalah menyusun
kerangka tulisan (outlining), menulis (writing), menulis ulang (rewriting), dan
menyunting (editing).
1.
Kerangka Tulisan
Buatlah garis besar tulisan. Rapikan poin-poin
bahasan, mulai pendahuluan, “jembatan” menuju bahasa utama (bridging), dan
pokok-pokok bahasan (subjudul), hingga penutup.
Contoh Outline Artikel tentang Banjir di Kota Bandung:
a.
Pendahuluan:
mengutip berita terbaru tentang banjir di kota Bandung.
b.
Jembatan: Tulisan
ini akan membahas akar masalah dan usulan solusi mengatasi banjir di kota
Bandung.
c.
Subjudul 1:
Penyebab Banjir
d.
Subjudul 2:
Alternatif Solusi
e.
Penutup:
kesimpulan poin 1 dan 2.
2.
Menulis
Tahap ini mulai menyusun tulisan. Dalam “teori
menulis”, di tahap ini kita menulis naskah awal (first draft).
Tulislah dulu apa yang ada di kepala, yang ingat,
jangan dulu melihat referensi atau data. Salah ketik (typo) pun abaikan dulu, nanti juga ada proses editing.
Cobalah menulis secepat mungkin. Lakukan kapan saja,
di mana saja, dan dalam situasi apa pun — di atas meja, duduk di tempat tidur,
di kursi malas, berbaring telungkup di lantai, dengan pensil, dengan mesin tik
atau komputer, di malam hari , dalam keheningan total, dengan musik yang
menggelegar, dengan TV atau radio menyala, dll.
Lakukan “penulisan ulang” Anda nanti!
3.
Menulis ulang.
Di tahap 2, Anda menulis naskah awal. Setelah tuntas,
lakuan tulis ulang (rewriting), sesuikan dengan kerangka tulisan (outline).
Cek ulang judul, deteksi kalimat yang salah, frasa
yang tidak dipilih dengan benar, pengejaan yang salah, kata yang salah,
pengulangan kata, juga tanda baca.
Yang terpenting dari semuanya, yakinlah bahwa
keseluruhan tulisan Anda masuk akal, bisa dipahami.
4.
Editing
Tahap penyuntingan ini merupakan koreksi versi final,
baik dari sisi data, fakta, tanggal, nama, tahun, statistik, kutipan, atau apa
pun yang menjadi isi tulisan, maupun dari sisi redaksi –kata, kalimat, tanda
baca, anak kalimat (jika ada).
Pastikan setiap kalimat benar-benar berisikan apa yang
hendak kita ungkapkan. Pastikan isi tulisan logis, masuk akal, dan tidak
mengandung fitnah, cabul, tidak rasis, dan waspadai ujaran kebencian (hate speech), dan… hoax!
Sumber :
“The Writer’s Rhetoric and Handbook”, 2nd Edition, Elizabeth McMahan & Susan Day,
McGraw-Hill, USA, 1984.
Romeltea.com. (26
Oktober 2018). Dasar-Dasar Menulis Artikel: Tips untuk Penulis Pemula. Diakses
pada 13 April 2020, dari
https://romeltea.com/dasar-dasar-menulis-artikel-tips-untuk-penulis-pemula/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar