Rabu, 15 April 2020

Dasar Penulisan Bagian 2


A.       PENTING PENULISAN HURUF DALAM KAIDAH PENULISAN BAGIAN 1

1.      Huruf Kapital untuk Awal Kalimat
Untuk mengawali kalimat, huruf kapital diutamakan dalam penggunaannya. Baik itu memulai paragraf baru, ataupun setelah tanda baca titik. Huruf kapital selalu mengikuti untuk mengawali kalimat selanjutnya. Contohnya seperti ini:
·           Halo, apa kabar?
·           ... untuk masalah yang akan datang. Namun, bukan berarti....
·           Reboisasi adalah masalah yang sulit ditangani. Namun, bukan berarti masalah tersebut tidak bisa diatasi.

2.      Huruf Kapital dalam Kutipan Langsung
Dalam kutipan langsung, kalimat harus diawali dengan huruf kapital. Walaupun kalimat sebelumnya belum diakhiri dengan tanda baca titik, tetap harus memulai kalimat dalam kutipan dengan huruf kapital Berikut contohnya:
·           Ia mengatakan, “Mungkin ini saatnya”.
·           Dalam konferensi pers, Mourinho mengungkapkan kekesalannya. “Mungkin anak-anak belum bermain maksimal”, ujar pria asal portugal tersebut.

3.      Huruf Kapital dalam Penggunaan Kata Ganti yang Berkaitan dengan Tuhan
Dalam menuliskan kalimat yang mewakili sifat Tuhan atau suatu ungkapan yang merujuk kepada Tuhan, diperlukan penggunaan huruf kapital. Begitu juga dalam penulisan kitab suci. Berikut contohnya:
·           Berikan hidayah-Mu, ya Tuhan.
·           Dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, kami mengundang Anda....

4.      Huruf Kapital dalam Penulisan Nama Gelar
Selain nama orang, penulisan nama gelar juga wajib menggunakan huruf kapital dalam penulisannya. Gelar yang dimaksud bisa beraneka ragam, mulai dari gelar kehormatan, gelar pendidikan, gelar keagamaan, gelar keturunan, dan lain lain.
Berikut contohnya:
·           Makam ini adalah makan seorang pahlawan nasional bernama K.H. Ahmad Dahlan
·           Dalam pidatonya, Drs. Anjar Sumirat mengatakan bahwa...
·           Yogyakarta dalam pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono X, masih menunjukkan performa...

5.      Huruf Kapital untuk Jabatan
Dalam menulis jabatan pekerjaan, kita juga harus menggunakan huruf kapital dalam mengawalinya. Jabatan dan pangkat tersebut akan diikuti nama orang tersebut. berikut contohnya:
·           Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekagumannya....
·           Dalam konferensi ini juga hadir Perdana Menteri Justin Trudeau mewakili negaranya, Kanada.
baca juga: Tips Menulis Berita

6.      Huruf Kapital dalam Penulisan Keterangan Waktu
Dalam penulisan bulan, tanggal, atau hari raya tertentu, penggunaan huruf kapital diperlukan untuk mengawali tiap kata yang ada. Berikut contohnya:
·           Dalam perayaan Hari Raya Galungan, Prabowo Subianto berkata...
·           Menurut sumber, pada bulan Agustus akan diadakan lomba makan yang akan mengundang....

7.      Huruf Kapital dalam Penulisan Suku atau Negara
Suku, agama dan ras juga menggunakan huruf kapital dalam awalan kata yang digunakannya. Meskipun penulisannya tidak mengawali kalimat, penggunaan huruf kapital wajib untuk dilakukan. Namun, jika digunakan sebagai kata yang menandakan suatu benda, tidak perlu untuk menggunakan huruf kapital.
Berikut contohnya:
·           Meski banyak, suku Sunda tidak terlalu dominan dalam...
·           Umat Islam tentu tidak setuju dengan kebijakan seperti ini. menurut mereka, ini....
·           Gunakan 3 sendok gula jawa, setelah itu aduk hingga merata.

8.      Huruf Kapital dalam Penulisan Nama Geografi
Untuk menuliskan nama-nama yang berkaitan dengan bentuk muka bumi atau istilah geografis, perlu menggunakan huruf kapital dalam penulisan katanya.
Berikut contohnya:
·           Asia Tenggara menjadi negara terbesar dalam kategori negara kepulauan.
·           Dalam laporan pandang mata, Danau Toba terlihat bertambah debit airnya.

Demikian adalah penggunaan-penggunaan huruf dalam kaidah penulisan yang baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).

B.        PENTING PENULISAN HURUF DALAM KAIDAH PENULISAN BAGIAN 2
Dalam dunia penulisan, dikenal istilah penataan huruf dalam kaidah penulisan. Hal ini perlu untuk dipelajari karena terkait dengan kesesuaian tulisan kita dengan EYD yang berlaku di Indonesia. Fungsi penataan huruf ini juga dimaksudkan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi tulisan. Dengan adanya penataan huruf ini, tulisan-tulisan bisa terkategorikan menjadi formil jika mengikutinya dengan baik.
1.      Penataan Huruf Kapitall
Dalam penataan huruf, penulisan huruf kapital merupakan hal yang paling sering diperhatikan dalam membuat suatu tulisan. Beberapa peraturan dasar dalam menulis huruf kapital adalah seperti ini:
·           Huruf pertama dalam ungkapan yang berkaitan dengan keagamaan
·           Huruf pertama untuk menuliskan gelar kehormatan seperti ‘Haji...’, ‘Imam...’, dan sebagainya
·           Huruf pertama dalam penulisan jabatan
·           Huruf pertama dalam penulisan nama orang
·           Huruf pertama dalam menuliskan suku, agama dan bahasa. Namun tidak berlaku jika terdapat imbuhan didepan kata yang dimaksud seperti ‘keindonesia-indonesiaan’
·           Huruf pertama dalam kata ganti penunjuk waktu seperti tahun, bulan, hari, hari raya, dan pengingat peristiwa sejarah
·           Huruf pertama dalam penulisan daerah geografis
·           Huruf pertama pada setiap kata nama resmi badan, lembaga pemerintahan, organisasi, dan lainnya. Misalkan ‘Undang Undang Dasar 1945’ dan ‘Palang Merah Indonesia’.
·           Huruf pertama pada nama buku, surat kabar, majalah, dan judul karangan.
·           Huruf pertama untuk unsur singkatan dan nama gelar, pangkat atau sapaan khusus. Penulisan ‘Dr.’ Untuk orang yang telah menempuh pendidikan strata 3 (S3), perbedaannya dengan’dr.’ Adalah orang yang berprofesi sebagai dokter.

2.      Penataan Huruf Miring
Huruf miring atau yang biasa disebut italic mempunyai peraturan-peraturan khusus dalam penulisannya. Berikut beberapa ketentuannya yang sesuai dengan EYD:
·           Huruf miring untuk menulis judul buku, film, atau judul lainnya. Contohnya ‘Novel Harry Potter and the Prizoner of the Azkaban sudah menembus penjualan satu juta eksemplar’
·           Menegaskan huruf atau kata dalam sebuah tulisan. Misalnya ‘jarang sekali orang yang menggunakan huruf x dalam menulis nama anaknya’
·           Menuliskan istilah asing baik inggris ataupun latin, baik ungkapan ataupun nama resmi seperti ‘mensana in corporesano’ atau ‘carica papaya’
·           Menuliskan sumber-sumber yang terdapat dari buku, koran, dan lain-lain.





Sumber :
Pustakapedia. (2015). “10 Kaidah atau Aturan Penulisan, Pemakaian dan penggunaan huruf kapital (Huruf Besar) sesuai EYD beserta Contoh Kalimatnya”. Diakses dari http://www.pustakapedia.net/2015/11/10-kaidah-atau-aturan-penulisan-pemakaian-dan-penggunaan-huruf-kapital-huruf-besar-sesuai-eyd-beserta-contoh-kalimatnya.html pada tanggal 7 Juni 2017.
Kinibisa. (2019). Dasar Penulisan. Diakses pada 14 April 2020, dari http://kinibisa.com/artikel/detail/menulis/subdetail/dasar-penulisan
Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2002. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Edisi Revisi 2012. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Kelas Indonesia. (2015). “7 Bentuk Penulisan Huruf Miring (Panduan Lengkap) “. Diakses dari http://www.kelasindonesia.com/2015/05/7-bentuk-penulisan-huruf-miring-panduan-lengkap.htmlpada tanggal 8 Juni 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar