A.
PENTING PENULISAN HURUF DALAM KAIDAH PENULISAN BAGIAN
1
1.
Huruf Kapital untuk Awal Kalimat
Untuk mengawali kalimat, huruf kapital
diutamakan dalam penggunaannya. Baik itu memulai paragraf baru, ataupun setelah
tanda baca titik. Huruf kapital selalu mengikuti untuk mengawali kalimat
selanjutnya. Contohnya seperti ini:
·
Halo, apa kabar?
·
... untuk masalah
yang akan datang. Namun, bukan berarti....
·
Reboisasi adalah
masalah yang sulit ditangani. Namun, bukan berarti masalah tersebut tidak bisa
diatasi.
2.
Huruf Kapital dalam Kutipan Langsung
Dalam kutipan langsung, kalimat harus
diawali dengan huruf kapital. Walaupun kalimat sebelumnya belum diakhiri dengan
tanda baca titik, tetap harus memulai kalimat dalam kutipan dengan huruf
kapital Berikut contohnya:
·
Ia mengatakan,
“Mungkin ini saatnya”.
·
Dalam konferensi
pers, Mourinho mengungkapkan kekesalannya. “Mungkin anak-anak belum bermain
maksimal”, ujar pria asal portugal tersebut.
3.
Huruf Kapital dalam Penggunaan Kata Ganti yang Berkaitan
dengan Tuhan
Dalam menuliskan kalimat yang mewakili
sifat Tuhan atau suatu ungkapan yang merujuk kepada Tuhan, diperlukan
penggunaan huruf kapital. Begitu juga dalam penulisan kitab suci. Berikut
contohnya:
·
Berikan
hidayah-Mu, ya Tuhan.
·
Dengan izin Tuhan
Yang Maha Esa, kami mengundang Anda....
4.
Huruf Kapital dalam Penulisan Nama Gelar
Selain nama orang, penulisan nama gelar
juga wajib menggunakan huruf kapital dalam penulisannya. Gelar yang dimaksud
bisa beraneka ragam, mulai dari gelar kehormatan, gelar pendidikan, gelar
keagamaan, gelar keturunan, dan lain lain.
Berikut contohnya:
·
Makam ini adalah
makan seorang pahlawan nasional bernama K.H. Ahmad Dahlan
·
Dalam pidatonya,
Drs. Anjar Sumirat mengatakan bahwa...
·
Yogyakarta dalam
pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono X, masih menunjukkan performa...
5.
Huruf Kapital untuk Jabatan
Dalam menulis jabatan pekerjaan, kita
juga harus menggunakan huruf kapital dalam mengawalinya. Jabatan dan pangkat
tersebut akan diikuti nama orang tersebut. berikut contohnya:
·
Dalam
sambutannya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kekagumannya....
·
Dalam konferensi
ini juga hadir Perdana Menteri Justin Trudeau mewakili negaranya, Kanada.
baca
juga: Tips Menulis Berita
6.
Huruf Kapital dalam Penulisan Keterangan Waktu
Dalam penulisan bulan, tanggal, atau
hari raya tertentu, penggunaan huruf kapital diperlukan untuk mengawali tiap
kata yang ada. Berikut contohnya:
·
Dalam perayaan
Hari Raya Galungan, Prabowo Subianto berkata...
·
Menurut sumber,
pada bulan Agustus akan diadakan lomba makan yang akan mengundang....
7.
Huruf Kapital dalam Penulisan Suku atau Negara
Suku, agama dan ras juga menggunakan
huruf kapital dalam awalan kata yang digunakannya. Meskipun penulisannya tidak
mengawali kalimat, penggunaan huruf kapital wajib untuk dilakukan. Namun, jika
digunakan sebagai kata yang menandakan suatu benda, tidak perlu untuk
menggunakan huruf kapital.
Berikut contohnya:
·
Meski banyak,
suku Sunda tidak terlalu dominan dalam...
·
Umat Islam tentu
tidak setuju dengan kebijakan seperti ini. menurut mereka, ini....
·
Gunakan 3 sendok gula
jawa, setelah itu aduk hingga merata.
8.
Huruf Kapital dalam Penulisan Nama Geografi
Untuk menuliskan nama-nama yang
berkaitan dengan bentuk muka bumi atau istilah geografis, perlu menggunakan
huruf kapital dalam penulisan katanya.
Berikut contohnya:
·
Asia Tenggara
menjadi negara terbesar dalam kategori negara kepulauan.
·
Dalam laporan
pandang mata, Danau Toba terlihat bertambah debit airnya.
Demikian
adalah penggunaan-penggunaan huruf dalam kaidah penulisan yang baik dan benar
sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).
B.
PENTING PENULISAN HURUF DALAM KAIDAH PENULISAN BAGIAN
2
Dalam dunia
penulisan, dikenal istilah penataan huruf dalam kaidah penulisan. Hal ini perlu
untuk dipelajari karena terkait dengan kesesuaian tulisan kita dengan EYD yang
berlaku di Indonesia. Fungsi penataan huruf ini juga dimaksudkan untuk
mempermudah pembaca dalam memahami isi tulisan. Dengan adanya penataan huruf
ini, tulisan-tulisan bisa terkategorikan menjadi formil jika mengikutinya
dengan baik.
1.
Penataan Huruf Kapitall
Dalam penataan huruf, penulisan huruf kapital
merupakan hal yang paling sering diperhatikan dalam membuat suatu tulisan.
Beberapa peraturan dasar dalam menulis huruf kapital adalah seperti ini:
·
Huruf pertama
dalam ungkapan yang berkaitan dengan keagamaan
·
Huruf pertama
untuk menuliskan gelar kehormatan seperti ‘Haji...’, ‘Imam...’, dan sebagainya
·
Huruf pertama
dalam penulisan jabatan
·
Huruf pertama
dalam penulisan nama orang
·
Huruf pertama
dalam menuliskan suku, agama dan bahasa. Namun tidak berlaku jika terdapat
imbuhan didepan kata yang dimaksud seperti ‘keindonesia-indonesiaan’
·
Huruf pertama
dalam kata ganti penunjuk waktu seperti tahun, bulan, hari, hari raya, dan
pengingat peristiwa sejarah
·
Huruf pertama
dalam penulisan daerah geografis
·
Huruf pertama
pada setiap kata nama resmi badan, lembaga pemerintahan, organisasi, dan lainnya.
Misalkan ‘Undang Undang Dasar 1945’ dan ‘Palang Merah Indonesia’.
·
Huruf pertama
pada nama buku, surat kabar, majalah, dan judul karangan.
·
Huruf pertama
untuk unsur singkatan dan nama gelar, pangkat atau sapaan khusus. Penulisan
‘Dr.’ Untuk orang yang telah menempuh pendidikan strata 3 (S3), perbedaannya
dengan’dr.’ Adalah orang yang berprofesi sebagai dokter.
2.
Penataan Huruf Miring
Huruf miring atau yang biasa disebut italic mempunyai
peraturan-peraturan khusus dalam penulisannya. Berikut beberapa ketentuannya
yang sesuai dengan EYD:
·
Huruf miring
untuk menulis judul buku, film, atau judul lainnya. Contohnya ‘Novel Harry
Potter and the Prizoner of the Azkaban sudah menembus penjualan satu juta
eksemplar’
·
Menegaskan huruf
atau kata dalam sebuah tulisan. Misalnya ‘jarang sekali orang yang menggunakan
huruf x dalam menulis nama anaknya’
·
Menuliskan
istilah asing baik inggris ataupun latin, baik ungkapan ataupun nama resmi
seperti ‘mensana in corporesano’ atau ‘carica papaya’
·
Menuliskan
sumber-sumber yang terdapat dari buku, koran, dan lain-lain.
Sumber :
Pustakapedia. (2015). “10
Kaidah atau Aturan Penulisan, Pemakaian dan penggunaan huruf kapital (Huruf
Besar) sesuai EYD beserta Contoh Kalimatnya”. Diakses dari http://www.pustakapedia.net/2015/11/10-kaidah-atau-aturan-penulisan-pemakaian-dan-penggunaan-huruf-kapital-huruf-besar-sesuai-eyd-beserta-contoh-kalimatnya.html pada tanggal 7 Juni 2017.
Kinibisa. (2019). Dasar
Penulisan. Diakses pada 14 April 2020, dari http://kinibisa.com/artikel/detail/menulis/subdetail/dasar-penulisan
Dwiloka, Bambang dan Rati
Riana. 2002. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Edisi Revisi 2012. Jakarta: Penerbit
Rineka Cipta.
Kelas Indonesia. (2015). “7
Bentuk Penulisan Huruf Miring (Panduan Lengkap) “. Diakses dari http://www.kelasindonesia.com/2015/05/7-bentuk-penulisan-huruf-miring-panduan-lengkap.htmlpada tanggal 8 Juni 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar