Membangun
konsistensi menulis buku membutuhkan kedisiplinan waktu. Memang banyak penulis
yang memiliki keinginan menulis, namun tidak banyak orang mampu konsisten
menulis sampai akhir. Ada banyak sebab kenapa demikian. Dalam ulasan kali ini
akan mengulas langkah menulis buku.
Setidaknya
ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus ketika hendak menulis
buku. Yaitu membuat persiapan yang meliputi beberapa hal, seperti membuat
konsep, melakukan riset, mengembangkan konsep sampai mempertimbangkan
segmentasi pembaca. Berikut ulasannya.
1.
Melakukan Riset
Hampir setiap penulis yang
laku di pasar ditulis melalui tahap dan proses yang panjang. Salah satunya
adalah melakukan riset. Tidak dapat dipungkiri bahwa riset memiliki banyak
manfaat, diantarannya membantu memetakan masalah, membantu mengidentifikasikan
masalah dan memudahkan untuk mengambil tindakan serta mengambil solusi.
Riset secara mendalam juga
akan membantu menentukan isi tulisan Anda. Semakin mendalam semakin berbobot
isi buku yang Anda tulis. Buku Anda pun menjadi lebih eksklusif karena isi buku
yang Anda buat berdasarkan kajian. Tidak jarang, berkat kajian dan riset yang
dilakukan akan memunculkan ide/gagasan baru.
2.
Membuat Konsep
Upaya menghindari terjadinya
kemandekan ide, maka Anda dapat memulainya dengan membuat konsep. Konsep ini
membantu Anda ketika hendak menyelesaikan tulisan yang Anda buat sampai
selesai. Bagi seorang penulis buku konsep itu sangat penting, karena membantu
Anda mengingat dan membuat pola proses penulisan Anda. Tanpa sebuah pola, maka
karya Anda akan hambar dan terkesan terpencar-pencar pesan yang hendak
disampaikan.
Hal terpenting sebelum membuat
konsep adalah menentukan ide. Ide menjadi PR utama sebelum Anda membuat konsep.
Bagaimana Anda bisa membuat konsep jika tidak ada ide sama sekali. Ibarat, ide
itu sebagai kepala rumah tangga (Bapak), dan konsep itu ibarat ibu.
Penggabungan ide dan konsep lahirlah turunan yang lain. Perkawinan antara ide
dan konsep membantu Anda untuk menjelaskan hal-hal yang lebih spesifik dan
terfokus, tidak jarang memunculkan sudut pandang baru.
Apa yang terjadi jika tidak
memiliki ide dan tidak memiliki konsep? Jawabnya adalah menciptakan dan
meng-ada-kan dua hal tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa membuat ide itu
susah karena sering datang dan pergi tanpa diundang. Memang benar ide itu
datang dan pergi, bukan berarti keberadaan ide dan konsep itu tidak bisa
diburu. Anda tetap bisa mencari dengan cara-cara simple dan sederhana. Misalnya
jalan-jalan keluar rumah, melakukan hal-hal yang membuatmu senang dan masih
banyak cara yang bisa Anda lakukan.
3.
Mengembangkan Konsep
Langkah selanjutnya setelah
melakukan riset, mendapatkan ide, dan membuat konsep adalah mengembangkan
konsep. Upaya memudahkan dalam menulis, Anda cukup membuat pokok garis besar
menjadi beberapa bab. Ketika semua sudah ditulis, maka bab satu bisa di
breakdown menjadi sub bab. Berlaku untuk selanjutnya.
Apakah Anda merasa kesulitan
saat membreakdown? Tenang sebenarnya banyak orang mengalaminya. Ada siasat yang
bisa Anda coba saat mengembangkan konsep. Misal Anda mengangkat tentang
kepemimpin, tentunya Anda memiliki banyak bab. Misal salah satu bab mengulas
tentang self leadership maka Anda dapat mengembangkan ke sub bab, misal diisi
sub bab terdiri beberapa yang mengulas pengertian self leadership, konsep
leadership, cara membangun leadership dsb.
Masih binggung bagaimana
caranya menulis buku? Anda memang harus banyak membaca dan melakukan riset.
Dengan riset dan membaca, akan dengan mudah Anda akan memperoleh turunan dan
mengembangkan konsep-konsep yang sudah Anda buat. Sekali lagi, banyaklah
membaca dan melakukan riset. Kunci menulis hanya membaca dan praktek, jika
berteori saja tidak akan pernah selesai. Mengingat teori dan praktek itu ada
perbedaan yang cukup jauh.
4.
Menargetkan Segmentasi Pembaca
Cara menulis buku yang kedua
adalah menargetkan segmentasi pembaca. Bagi yang belum paham, segmentasi
pembaca tidak terlalu penting, tapi bagi seorang penulis professional
menargetkan segmentasi pembaca itu sama pentingnya dengan menemukan ide yang cemerlang.
Hal ini terkait dengan bagaimana Anda menentukan gaya bahasa yang akan
digunakan.
Sebagai contoh, segmentasi
buku Anda untuk dosen, maka gaya penulisan yang digunakan menggunakan bahasa
yang baku dan lebih formal. Sebaliknya, ketika segmentasi buku diperuntukan
untuk masyarakat umum, maka gaya bahasa yang Anda tulis pun dikemas dengan
renyah, menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Bagi penulis pemula, melakukan
satu pekerjaan ini memang terasa sulit, namun seiring jam terbang, Anda akan
terbiasa dan mudah menjalaninya.
Itulah empat persiapan yang
Anda siapkan sebelum menulis buku. Jika Anda masih bimbang dan binggung
memulainya, Anda hanya cukup lewati proses sulit itu. Tetap jalankan, dan
nikmati prosesnya. Akan tiba waktu dimana Anda akan terbiasa dan bisa menulis
lewat kesalahan yang Anda lakukan. Jangan takut salah, lebih baik salah
daripada tidak pernah mengetahui kebenaran yang sebenarnya. (Elisa)
Sumber :
Deepublish.
(23 November 2018). Ingin Menulis Buku? Persiapkan 4 Konsep Dasar Menulis.
Diakses pada 19 April 2020, dari https://penerbitdeepublish.com/4-konsep-dasar-menulis/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar