Selasa, 28 April 2020

Prinsip Dasar Menulis untuk Pemula


Menulis adalah puncak dari kefasihan berbahasa setelah sebelumnya seseorang berlatih menyimak (mendengarkan), berbicara, lalu membaca. Jika membaca untuk meluaskan derajat kefasihan seseorang, menulis adalah menaikkan derajat kefasihan. Sebagai satu kefasihan, tentu menulis harus dilatih dengan tahapan dan metode yang tepat. Sebagaimana keterampilan lain, menulis adalah bakat keterampilan yang diulang-ulang, karena bakat bukan sesuatu yang benar-benar dibawa sejak lahir.

Setelah kemampuan membaca maka menulis adalah keterampilan hidup (life skill) yang penting. Keterampilan menulis harus diajarkan di setiap jenjang pendidikan mulai SD hingga perguruan tinggi, bahkan diulang-ulang. Ibarat pepatah, lancar kaji karena diulang. Lalu, keterampilan ini pun tidaklah melulu dominasi mata pelajaran bahasa, tetapi dapat diinstal ke mata pelajaran lain.

A.       ALASAN DASAR

1.    Alasan itu Penting;
Mulai segera untuk mulai berlatih menulis langkah demi langkah sebagai sebuah proses yang harus dinikmati. Proses itu kelak termodifikasi menjadi proses kreatif. Anda menulis dengan gaya Anda sendiri. Tahukah Anda bahwa tulisan yang digagas harus menetapkan empat unsur berikut ini :
Topik : Apa yang akan dibahas?
Tujuan : Untuk apa dituliskan?
Jenis/Bentuk : Bentuk mana yang dipilih?
Pembaca Sasaran : Siapa pembaca yang dituju?
Selanjutnya, Anda akan melewati langkah demi langkah berikut ini.

B.        PRAMENULIS (PREWRITING)
Pramenulis adalah aktivitas untuk mengarahkan pikiran dan rencana Anda sebelum menulis draf pertama. Hal-hal yang termasuk pramenulis, yaitu menetapkan tujuan penulisan, mengumpulkan informasi dan bahan tulisan, memilih bentuk tulisan, membuat perencanaan isi, dan menetapkan pembaca sasaran (audiensi) yang dituju tulisan.

1.    Merencanakan Penulisan;
Pramenulis sebagai proses merencanakan tulisan menjadi hal penting untuk dilakukan. Banyak orang tidak mampu menulis karena hanya berbekal ide di kepala tanpa mampu mendeskripsikan ide itu lebih detail lagi. Apa yang dilakukan dalam merencanakan tulisan?
2.    Pilih Topik;
Tentukan topik tulisan yang Anda ketahui atau Anda kuasai dengan baik. Rasakanlah apakah Anda sangat tertarik dengan subjek bahasan karena ketertarikan Anda adalah awal dari ketertarikan pembaca.
3.    Kumpulkan Bahan;
Tulisan tidak akan berdaya karena miskin bahan. Informasi detail perlu Anda kumpulkan untuk membuat tulisan Anda menarik. Pengumpulan bahan dan informasi dapat Anda lakukan dengan membaca buku, meramban internet, atau mewawancarai seseorang.
4.    Menyusun Ragangan;
Anda dapat menyusun ragangan atau kerangka dalam berbagai bentuk, seperti matriks kerangka, gambar, atau peta benak (mind map).
5.    Membatasi Tulisan dan Fokus;
Anda dapat menuliskan apa pun terkait topik, tetapi berfokuslah pada satu poin yang benar-benar ingin Anda sampaikan.

C.        MENULIS DRAFT (DRAFTING)
Menulis draf berarti memindahkan ide Anda ke atas kertas. Sangat mungkin seorang penulis menghasilkan lebih dari satu draf tulisan. Sebagai draf atau buram, penulis memang tidak mengejar kesempurnaan saat menghasilkannya.

Menulis draf Pertama, Draf atau buram adalah kreasi pertama dari ide. Bagaimana cara terbaik menulis draf, berikut caranya :
1.    Menulislah secara bebas;
Tuliskan apa yang Anda pikirkan dan rasakan langsung tanpa terbelenggu oleh aturan-aturan penulisan. Anda dilarang keras menulis draf sambil mengedit.
2.    Bayangkan pembaca sasaran;
Menulislah ibarat mengobrol dengan seseorang atau sekelompok orang yang Anda tuju. Membayangkan pembaca sasaran akan membuat Anda menggunakan ungkapan-ungkapan yang sangat pribadi.
3.    Ikuti ragangan;
Menulislah berdasarkan ragangan yang dibuat. Anda harus membuat permulaan tulisan, bagian isi, dan penutup tulisan.
4.    Menahan diri;
Terus menulis dan hendaknya tidak dibaca sebelum bagian yang ditulis selesai. Tahanlah diri Anda untuk tidak mengedit tulisan sebelum saatnya tiba.

D.       MEREVISI/ REVISING
Merevisi berarti mengubah atau memperbagus tulisan Anda. Saat itu Anda diberi kesempatan menambahi, mengurangi, atau bahkan mengganti ide tulisan. Anda juga dapat berbagi draf kepada orang lain untuk mendapatkan masukan ataupun komentar.

Memperbagus Tulisan, Perjuangan Anda belumlah selesai sampai pada draf. Ada saat untuk memperbagus tulisan Anda. Berikut ini caranya :
1.    Membaca nyaring;
Bacakan dengan nyaring tulisan Anda agar Anda dapat merasakan jawaban atas pertanyaan berikut ini: Apakah tulisan saya masuk akal? Apakah tulisan saya mengandung cukup data dan fakta?
2.    Beragih tulisan;
Mintalah orang-orang yang Anda kenal untuk membaca draf pertama Anda. Bebaskan mereka untuk memberi komentar, termasuk kritik pedas.
3.    Melakukan perubahan;
Draf berubah dari konsep awal? Tidak mengapa demi mencapai tujuan penulisan Anda. Itulah gunanya revisi agar tulisan Anda makin bertenaga. Ada bagian yang mungkin harus ditambahkan, harus dikurangi, bahkan harus diganti.

E.        MENGEDIT (EDITING)
Anda punya kesempatan memperbaiki beberapa kesalahan di dalam teks pada saat editing. Temukan kesalahan tiap baris, apakah itu salah tik, salah berbahasa, ataupun salah dalam penyajian data dan fakta.

Mengedit Tulisan, Saat mengedit, fokuslah membaca dengan saksama draf Anda berikut caranya :
1.    Mengecek kebenaran;
Cek kembali draf dan pastikan kebenaran dalam hal ejaan, kebahasaan, ketaatasasan (konsistensi), kesopanan, legalitas, dan data-fakta.
2.    Editing silang;
Anda boleh meminta teman Anda atau orang lain untuk memeriksa dan menemukan kesalahan dalam tulisan Anda.
3.    Menimbang kembali tulisan;
Pastikan tulisan Anda telah mengandung hal-hal yang menarik bagi pembaca. Pastikan tidak ada bagian yang diulang-ulang, tidak ada data-fakta yang sudah usang atau sering diungkap orang lain, dan pastikan juga tidak ada bagian tulisan yang sulit dipahami.
4.    Mempersiapkan draf akhir;
Jika semua proses editing telah dilakukan, lanjutkan untuk menulis draf akhir.
5.    Koreksi pruf;
Anda dapat melakukan cek sekali lagi terhadap draf akhir sebelum dikirimkan ke media untuk publikasi. Pruf atau cetak coba sebagai bentuk akhir tulisan kemungkinan masih mengandung beberapa kesalahan.

F.         MENERBITKAN (PUBLISHING)
Saat akhir adalah beragih (sharing) tulisan dengan menerbitkannya. Tentu kini Anda dapat melakukannya secara tercetak ataupun secara daring (online). Memublikasikan Tulisan. Masa kini telah memungkinkan seseorang memiliki media pribadi, terutama dalam bentuk daring seperti blog dan situs web. Selain itu, seseorang dapat memublikasikan karyanya di media daring yang dikelola secara profesional dan juga di media sosial yang menyediakan laman atau fitur untuk publikasi.

Walaupun demikian, Anda harus berusaha memublikasikan tulisan di media-media yang melakukan penilaian sebelum memutuskan terbitnya tulisan Anda. Hal tersebut tentu guna meyakinkan Anda bahwa tulisan Anda layak dibaca.
1.    Pilih media yang tepat; Saat merencanakan tulisan, Anda memang sudah harus membayangkan media mana yang tepat untuk memublikasikan tulisan Anda berdasarkan karakteristik pembaca sasaran yang Anda tuju.
2.    Ikuti Syarat dan Ketentuan; Setiap media memiliki syarat dan ketentuan berbeda-beda terkait tulisan. Anda harus mengikuti syarat dan ketentuan tersebut untuk memastikan tulisan dapat lolos dari segi fisik naskah.








Sumber :
Kedaikonten. (4 April 2019). Prinsip Dasar Menulis Yang Baik Untuk Pemula. Diakses pada 28 April 2020, pada https://www.kedai.co.id/prinsip-dasar-menulis-yang-baik-untuk-pemula/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar