Menulis
adalah puncak dari kefasihan berbahasa setelah sebelumnya seseorang berlatih
menyimak (mendengarkan), berbicara, lalu membaca. Jika membaca untuk meluaskan
derajat kefasihan seseorang, menulis adalah menaikkan derajat kefasihan.
Sebagai satu kefasihan, tentu menulis harus dilatih dengan tahapan dan metode
yang tepat. Sebagaimana keterampilan lain, menulis adalah bakat keterampilan
yang diulang-ulang, karena bakat bukan sesuatu yang benar-benar dibawa sejak
lahir.
Setelah
kemampuan membaca maka menulis adalah keterampilan hidup (life skill) yang
penting. Keterampilan menulis harus diajarkan di setiap jenjang pendidikan
mulai SD hingga perguruan tinggi, bahkan diulang-ulang. Ibarat pepatah, lancar
kaji karena diulang. Lalu, keterampilan ini pun tidaklah melulu dominasi mata
pelajaran bahasa, tetapi dapat diinstal ke mata pelajaran lain.
A.
ALASAN DASAR
1.
Alasan itu
Penting;
Mulai segera untuk mulai
berlatih menulis langkah demi langkah sebagai sebuah proses yang harus
dinikmati. Proses itu kelak termodifikasi menjadi proses kreatif. Anda menulis
dengan gaya Anda sendiri. Tahukah Anda bahwa tulisan yang digagas harus menetapkan
empat unsur berikut ini :
Topik : Apa yang akan
dibahas?
Tujuan : Untuk apa
dituliskan?
Jenis/Bentuk : Bentuk mana
yang dipilih?
Pembaca Sasaran : Siapa
pembaca yang dituju?
Selanjutnya, Anda akan
melewati langkah demi langkah berikut ini.
B.
PRAMENULIS (PREWRITING)
Pramenulis adalah aktivitas
untuk mengarahkan pikiran dan rencana Anda sebelum menulis draf pertama.
Hal-hal yang termasuk pramenulis, yaitu menetapkan tujuan penulisan,
mengumpulkan informasi dan bahan tulisan, memilih bentuk tulisan, membuat
perencanaan isi, dan menetapkan pembaca sasaran (audiensi) yang dituju tulisan.
1.
Merencanakan
Penulisan;
Pramenulis sebagai proses
merencanakan tulisan menjadi hal penting untuk dilakukan. Banyak orang tidak
mampu menulis karena hanya berbekal ide di kepala tanpa mampu mendeskripsikan
ide itu lebih detail lagi. Apa yang dilakukan dalam merencanakan tulisan?
2.
Pilih Topik;
Tentukan topik tulisan yang
Anda ketahui atau Anda kuasai dengan baik. Rasakanlah apakah Anda sangat
tertarik dengan subjek bahasan karena ketertarikan Anda adalah awal dari
ketertarikan pembaca.
3.
Kumpulkan Bahan;
Tulisan tidak akan berdaya
karena miskin bahan. Informasi detail perlu Anda kumpulkan untuk membuat
tulisan Anda menarik. Pengumpulan bahan dan informasi dapat Anda lakukan dengan
membaca buku, meramban internet, atau mewawancarai seseorang.
4.
Menyusun
Ragangan;
Anda dapat menyusun ragangan
atau kerangka dalam berbagai bentuk, seperti matriks kerangka, gambar, atau
peta benak (mind map).
5.
Membatasi Tulisan
dan Fokus;
Anda dapat menuliskan apa pun
terkait topik, tetapi berfokuslah pada satu poin yang benar-benar ingin Anda
sampaikan.
C.
MENULIS DRAFT (DRAFTING)
Menulis draf berarti memindahkan ide Anda ke atas kertas. Sangat
mungkin seorang penulis menghasilkan lebih dari satu draf tulisan. Sebagai draf
atau buram, penulis memang tidak mengejar kesempurnaan saat menghasilkannya.
Menulis draf Pertama, Draf atau buram adalah kreasi pertama dari ide.
Bagaimana cara terbaik menulis draf, berikut caranya :
1.
Menulislah secara
bebas;
Tuliskan apa yang Anda
pikirkan dan rasakan langsung tanpa terbelenggu oleh aturan-aturan penulisan.
Anda dilarang keras menulis draf sambil mengedit.
2.
Bayangkan pembaca
sasaran;
Menulislah ibarat mengobrol
dengan seseorang atau sekelompok orang yang Anda tuju. Membayangkan pembaca
sasaran akan membuat Anda menggunakan ungkapan-ungkapan yang sangat pribadi.
3.
Ikuti ragangan;
Menulislah berdasarkan
ragangan yang dibuat. Anda harus membuat permulaan tulisan, bagian isi, dan
penutup tulisan.
4.
Menahan diri;
Terus menulis dan hendaknya
tidak dibaca sebelum bagian yang ditulis selesai. Tahanlah diri Anda untuk
tidak mengedit tulisan sebelum saatnya tiba.
D.
MEREVISI/ REVISING
Merevisi berarti mengubah atau memperbagus tulisan Anda. Saat itu Anda
diberi kesempatan menambahi, mengurangi, atau bahkan mengganti ide tulisan.
Anda juga dapat berbagi draf kepada orang lain untuk mendapatkan masukan
ataupun komentar.
Memperbagus Tulisan, Perjuangan Anda belumlah selesai sampai pada draf.
Ada saat untuk memperbagus tulisan Anda. Berikut ini caranya :
1.
Membaca nyaring;
Bacakan dengan nyaring tulisan Anda agar Anda dapat
merasakan jawaban atas pertanyaan berikut ini: Apakah tulisan saya masuk akal?
Apakah tulisan saya mengandung cukup data dan fakta?
2.
Beragih tulisan;
Mintalah orang-orang yang Anda kenal untuk membaca
draf pertama Anda. Bebaskan mereka untuk memberi komentar, termasuk kritik
pedas.
3.
Melakukan
perubahan;
Draf berubah dari konsep awal? Tidak mengapa demi
mencapai tujuan penulisan Anda. Itulah gunanya revisi agar tulisan Anda makin
bertenaga. Ada bagian yang mungkin harus ditambahkan, harus dikurangi, bahkan
harus diganti.
E.
MENGEDIT (EDITING)
Anda punya kesempatan memperbaiki beberapa kesalahan di dalam teks pada
saat editing. Temukan kesalahan tiap baris, apakah itu salah tik, salah
berbahasa, ataupun salah dalam penyajian data dan fakta.
Mengedit Tulisan, Saat mengedit, fokuslah membaca dengan saksama draf
Anda berikut caranya :
1.
Mengecek
kebenaran;
Cek kembali draf dan pastikan kebenaran dalam hal
ejaan, kebahasaan, ketaatasasan (konsistensi), kesopanan, legalitas, dan
data-fakta.
2.
Editing silang;
Anda boleh meminta teman Anda atau orang lain untuk
memeriksa dan menemukan kesalahan dalam tulisan Anda.
3.
Menimbang kembali
tulisan;
Pastikan tulisan Anda telah mengandung hal-hal yang
menarik bagi pembaca. Pastikan tidak ada bagian yang diulang-ulang, tidak ada
data-fakta yang sudah usang atau sering diungkap orang lain, dan pastikan juga
tidak ada bagian tulisan yang sulit dipahami.
4.
Mempersiapkan
draf akhir;
Jika semua proses editing telah dilakukan, lanjutkan
untuk menulis draf akhir.
5.
Koreksi pruf;
Anda dapat melakukan cek sekali lagi terhadap draf
akhir sebelum dikirimkan ke media untuk publikasi. Pruf atau cetak coba sebagai
bentuk akhir tulisan kemungkinan masih mengandung beberapa kesalahan.
F.
MENERBITKAN (PUBLISHING)
Saat akhir adalah beragih (sharing) tulisan dengan menerbitkannya.
Tentu kini Anda dapat melakukannya secara tercetak ataupun secara daring
(online). Memublikasikan Tulisan. Masa kini telah memungkinkan seseorang
memiliki media pribadi, terutama dalam bentuk daring seperti blog dan situs
web. Selain itu, seseorang dapat memublikasikan karyanya di media daring yang
dikelola secara profesional dan juga di media sosial yang menyediakan laman
atau fitur untuk publikasi.
Walaupun demikian, Anda harus berusaha memublikasikan tulisan di
media-media yang melakukan penilaian sebelum memutuskan terbitnya tulisan Anda.
Hal tersebut tentu guna meyakinkan Anda bahwa tulisan Anda layak dibaca.
1.
Pilih media yang
tepat; Saat merencanakan tulisan, Anda memang sudah harus membayangkan media
mana yang tepat untuk memublikasikan tulisan Anda berdasarkan karakteristik
pembaca sasaran yang Anda tuju.
2.
Ikuti Syarat dan
Ketentuan; Setiap media memiliki syarat dan ketentuan berbeda-beda terkait
tulisan. Anda harus mengikuti syarat dan ketentuan tersebut untuk memastikan
tulisan dapat lolos dari segi fisik naskah.
Sumber :
Kedaikonten.
(4 April 2019). Prinsip Dasar Menulis Yang Baik Untuk Pemula. Diakses pada 28
April 2020, pada https://www.kedai.co.id/prinsip-dasar-menulis-yang-baik-untuk-pemula/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar